Kubu Raya – faktakriminal.com
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengajak seluruh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Kubu Raya untuk lebih serius dalam melakukan validasi data serta turun langsung melihat kondisi faktual masyarakat di lapangan.
Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan ground check Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang digelar di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Jalan Arteri Supadio, pada Selasa (31/3/2026).
Dalam arahannya, Sujiwo menegaskan bahwa keakuratan data sangat penting agar bantuan sosial dari pemerintah benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang berhak.
“Pendamping PKH harus benar-benar memastikan data yang ada sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Jangan hanya berpatokan pada data lama, tetapi harus aktif turun langsung mengecek kondisi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar tidak terjadi anomali data dalam pendataan penerima bantuan sosial.
Menurutnya, masih ditemukan potensi ketidaksesuaian antara kondisi ekonomi warga dengan klasifikasi desil yang ada.
“Jangan sampai ada anomali data, ada warga yang seharusnya masuk desil 1 atau desil 2 justru terlewati. Ini yang harus kita benahi bersama,” tegas Sujiwo.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa validasi data yang baik akan berdampak pada efektivitas program perlindungan sosial, khususnya bagi masyarakat kurang mampu yang menjadi sasaran utama pemerintah.
“Kita tidak ingin ada masyarakat yang seharusnya menerima bantuan justru terlewat, atau sebaliknya, yang tidak berhak malah menerima. Karena itu, keakuratan data menjadi kunci,” tambahnya.
Kegiatan ground check tersebut turut dihadiri Kepala BPS Kabupaten Kubu Raya, Suwandi, Kepala Dinas Sosial Kubu Raya, Wasilun, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap terjadi sinkronisasi data antara kondisi di lapangan dengan data administrasi, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar tepat dan berdampak langsung bagi masyarakat.
A.SS.


Social Header