Banda Aceh, faktakriminal.com
Semangat juang kontingen Wushu Kota Subulussalam mulai menyala di Tanoh Rencong. Lima atlet terbaik bersama pelatih resmi tiba di Banda Aceh untuk mengikuti ajang Pra Pekan Olahraga Aceh (Pra PORA) 2026 yang akan berlangsung pada 9–15 Mei 2026 di GOR KONI Aceh.
Kedatangan para atlet mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Subulussalam melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), KONI Subulussalam, serta berbagai pihak yang berharap cabang olahraga wushu kembali mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi.
Ketua KONI Subulussalam, Ardhi Yanto Ujung, menegaskan komitmennya dalam mendukung perjuangan para atlet yang akan bertanding membawa nama Kota Subulussalam.
“Kami memberikan dukungan penuh kepada para atlet dan cabang olahraga Wushu yang akan mengikuti Pra PORA Aceh di Banda Aceh. Percayalah pada potensi diri kalian, karena kalian memiliki kekuatan untuk meraih mimpi,” ujar Ardhi Yanto memberi semangat.
Tim Wushu Subulussalam diperkuat atlet muda potensial seperti Khaisya Arasi bersama empat atlet lainnya, yakni Abdul Haris Syahputra, Bq Ahmad Jibril, M. Juprianda, dan Yogi Ardianto.
Menariknya, salah satu atlet, Yogi Ardianto, merupakan personel Yonif TP 958/RM yang saat ini bertugas di Aceh Barat Daya dan pernah membawa prestasi untuk Kota Subulussalam.
Setibanya di Banda Aceh, para atlet langsung menjalani latihan intensif guna mematangkan teknik dan strategi menjelang pertandingan.
Sorotan publik tertuju pada Khaisya Arasi, siswi SMAN 1 Simpang Kiri yang dikenal memiliki semangat tinggi dan disiplin dalam berlatih. Di balik sederet prestasi yang diraih, Khaisya mengaku selalu tertantang mencoba hal-hal baru untuk terus berkembang.
“Setiap ada lomba atau kompetisi, saya selalu mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari supaya saat bertanding bisa tampil maksimal,” ungkap Khaisya penuh optimisme.
Baginya, kegagalan bukan alasan untuk berhenti. Ia justru menjadikan setiap tantangan sebagai motivasi untuk menjadi lebih kuat dan terus berkembang.
Selain kerja keras dan disiplin latihan, Khaisya juga mengaku dukungan keluarga dan lingkungan sekitar menjadi kekuatan besar dalam perjalanan kariernya di dunia olahraga. Sejak kecil, ia telah aktif mengikuti latihan karate dan wushu sanda hingga mampu bersaing di level provinsi.
Keikutsertaan tim Wushu Subulussalam di Pra PORA Aceh 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan olahraga bela diri di Kota Subulussalam. Masyarakat pun menaruh harapan besar agar para atlet mampu membawa pulang prestasi sekaligus mengamankan tiket menuju PORA Aceh mendatang.
**Rj**


Social Header