Lamandau, faktakriminal.com
Keberadaan SPBU nomor : 66.746.01 yang dikelola oleh PT. Cahaya Pratama Perigi ini tentu sangat membantu peningkatan perekonomian masyarakat terpencil di daerah kabupaten Lamandau, khususnya masyarakat desa Nanga Belantikan dan sekitarnya, serta masyarakat kecamatan Belantikan Raya pada umumnya.
Namun, baru - baru ini saat FK kelapangan (16/7/2026) terjadi antrian panjang membuat kerisauan masyarakat di kecamatan Belantikan Raya.
Pasalnya, dari keterangan beberapa masyarakat yang dihimpun di lapangan mengatakan bahwa, Pengantri atau Pelangsir BBM (biasa disebut warga Pengetab) di SPBU ini berasal dari kecamatan lain, bahkan dari kecamatan yang lebih dekat dari kota Nanga Bulik.
Salah satu Tokoh masyarakat berinisial F ini saat diwawancarai mengatakan bahwa, SPBU ini diserbu masyarakat dari luar kecamatan sini baru terjadi dalam Minggu - minggu ini saja, "sebelumnya masih katagori normal, antian tidak panjang seperti ini." Ujar pria paruh baya ini (16/7/26) siang kemarin.
Senada yang disampaikan oleh tokoh pemuda Nanga Belantikan berinisial B ini sambil Mengantri di SPBU ini yang disambangi FK. Menurut dia, dirinya berbicara mewakili beberapa masyarakat dibelakangnya.
"Dibilang risau ya kami masyarakat sini sangat risau dan risih, sebab pasokan BBM di daerah kami yang terpencil ini jadi berkurang lagi, dulu kami mengharapkan dengan adanya SPBU di daerah kami menjadi pasokan BBM tidak akan terjadi kelangkaan BBM lagi, namun apabila terus diserbu seperti ini, kami khawatir pasokan BBM untuk daerah kami di pedalaman ini jadi terganggu lagi." Papar Pria ini (16/7) Kemis sore kemarin.
Ditambahkannya, "yang parahnya lagi, para Pelangsir dari luar ini membawa BBM dari SPBU ini menggunakan pickup untuk membawa beberapa drum BBM ke daerah hilir sana, jadi barang yang sudah di hulu sini malah dibawa balik ke hilir lagi." Tandas Tokoh Pemuda yang tidak mau disebutkan namanya ini.
Di lain pihak, Polres Lamandau, melalui Kasat Reskrimnya, AKP Wiryoto mengatakan bahwa akan segera menindaklanjuti permasalahan di SPBU di Nanga Belantikan ini, sayangnya saat ini dirinya posisi masih di luar daerah.
Dikutip dari media sosial dari salah satu canel YouTube, Anggota BPH Migas, Heri Pratoyo, mengatakan, "kami mengharapkan juga pengawasan distribusi BBM ini pada Pemda Lamandau terutama Bupati ikut proaktif dalam pengawasan agar tidak ada antrian, kekurangan stok atau kelangkaan BBM." Ucap nya.
"Kami masyarakat kecamatan Belantikan Raya ini tentu sangat mengharapkan Polres Lamandau supaya segera menindak tegas para oknum - oknum pelari BBM ke luar daerah ini, terutama oknum - oknum Pelangsir BBM yang menggunakan drum - drum dalam pickup itu." Tutup Lelaki paruh baya ini sambil menyela pembicaraan beberapa rekannya.
(yud).


Social Header